• 16

    Sep

    Mengenang "Lebaran Brojolan"

    “Lebaran Brojolan” adalah lebaran yang jatuh lebih cepat dari perkiraan. Misalnya dalam kalender resmi sudah ditetapkan, lebaran akan jatuh pada hari Minggu. Namun pada saat digelar Rukyatul Hilal (melihat Bulan dengan mata telanjang) hari Jumat petang, ternyata hari sudah dilihat bulan. Maka keputusaannya, puasa harus disudahi dan lebaran hari dilaksanakan pada hari Sabtu pagi. Ummat Islam yang sudah menyiapkan Hari Raya Idul fitri pada hari minggu itu, langsung tergopoh-gopoh menyiapkan aneka masakan untuk esuk harinya secara marathon. Mereka tergopoh-gopoh, karena sekaligus juga menyiapkan untyuk Sholat Ied pada pagi harinya. Ibarat orang hamil, “Lebaran” itu lahir sebelum waktunya. Sebelum era informasi sedahsyat sekarang, keputusan-keputusan dari Pemerintah h
  • 2

    Jan

    "Jenang Suro" Tradisi Menyambut 1 Muharram

    Meski tidak ada perayaan yang sifatnya massal dalam menyambut tahun Baru Islam 1 Muharram, atau bertepatan dengan Tahun Baru Jawa 1 Suro. Namun masyarakat Banyuwangi (Baca:Using) di desa-desa, selalu menyabut dengan selamatan khusus membuat Jenang Suro (Bubur Suro). Jenang Suro yang sepintas mirip dengan bubur Jakarta ini, dibuat hanya khusus pada bulan suro, tetapi tidak diseragamkan tanggal epmbuatannya. Jenang Suro terbuat dari beras, diberi kuah kare, ditaburi irisan dadar telor, kacang tanah goreng, irisan kelapa goreng, daun sledri dan cabe merah sebagai penghias. Namun ibu dan nenek saya, tidak pernah cerita apa arti dari Jenang Suro itu. Termasuk simbol-simbol dari penampilan Jenang Suro, karena saat selamatan digelar tanpa mengundang tetangga, atau diacarakan secara khusus. Nia
  • 25

    Dec

    Berburu "Cuwut" Berhadiah Buah Kelapa

    Banyuwangi, selain dikenal sebagai pengahasil padi terbesar di Jawa Timur, juga dikenal sebagai penghasil kelapa. Tumbuhan kelapa, selain banyak ditemui di pinggiran pantai. Juga banyak tersebar di seluruh daerah pertanian lahan kering, atau orang Banyuwangi menyebut “Kebonan”. Selain memilik lahan pertanian yang ditanami padi, petani di Banyuwangi sekalgus memilik lahan kebonan yang ditanami kelapa. Nah, banyaknya pohon kelapa itu, ternyata juga dibarengi dengan banyak hama yang menyerang. Dulu hama yang menjadi momok pemilik pohon kelapa adalah Tupai (Callosciurus notatus Boddaert), atau “CUWUT”. Bahkan siapa saja yang bisa menangkap “cuwut”, pemilik kelapa akan mereka buah kelapan diambil beberap butir oleh pemburu “Cuwut” itu. Tidak ad
  • 8

    Dec

    "Melayokaken" dan "Ngeleboni", Akibat Buntu Komunikasi

    Masyarakat Using, mengenal tradisi melamar seorang gadis dengan nama “Melayokaken” dan “Ngeleboni”. Tradisi ini muncul, apabila jalan normal sulit dicapai. Bisa akibat ketidaksetujuan pihak orang tua gadis atau orang tua pihak laki-laki. Namun langkah untuk mencairkan sikap “wangkot” orang tua itu, bisanya ditempuh anak muda Using untuk “Melayokaken” gadis pujaannya atau “Ngeleboni” ke rumah seorang gadis pujaanya. “Melayokaken” atau melarikan gadis pujaan, sebetulnya bukan sarana atau jalan satu-satunya menuju mahligai rumah tangga. Langkah ini ditempuh, apabila orang tua gadis tidak setuju atas rencana pinangan yang dilakukan seorang pemuda. Sang Gadis dan Sang Perjaka, sebetulnya sudah melakukan pacara secara sem
-

Author

Follow Me